FGD Geopark Natuna Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Pengembangan Geopark

Pemerintah Kabupaten Natuna bersama Badan Pengelola Geopark Natuna melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Geopark Natuna, Selasa (11/8/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, memperoleh masukan teknis, serta membahas pengelolaan dan pengembangan Geopark Natuna secara berkelanjutan.

FGD ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Natuna dan Badan Pengelola Geopark Natuna secara langsung, sementara Tim Verifikasi Geopark Nasional dan Pusat Survei Geologi mengikuti kegiatan secara daring. Pertemuan tersebut menjadi ruang kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam membahas berbagai aspek pengembangan Geopark Natuna, termasuk pengelolaan situs, konservasi, edukasi, pariwisata, serta keterlibatan masyarakat.

Geopark Natuna memiliki potensi yang tersebar pada 9 kecamatan, dengan kawasan destinasi yang mencakup sekitar 5.608 m². Kekayaan tersebut terdiri atas 12 situs warisan geologi, 5 situs keanekaragaman hayati, dan 3 situs keragaman budaya berwujud, serta didukung oleh 2 destinasi pendukung Geopark Natuna.

Keberadaan berbagai situs tersebut menunjukkan bahwa Geopark Natuna memiliki kekayaan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek geologi, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan keanekaragaman hayati dan budaya masyarakat. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam pengembangan geopark dengan pendekatan konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dalam FGD tersebut berbagai masukan dan pandangan dibahas untuk memperkuat kualitas pengelolaan Geopark Natuna. Kehadiran Tim Verifikasi Geopark Nasional dan Pusat Survei Geologi secara daring memberikan kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Natuna dan Badan Pengelola Geopark Natuna untuk memperoleh perspektif serta masukan teknis dari pihak yang memiliki kompetensi dalam pengembangan geopark.

Forum ini juga menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai arah pengembangan Geopark Natuna, termasuk pentingnya memastikan setiap situs memiliki pengelolaan yang baik, dokumentasi yang memadai, nilai edukasi yang kuat, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan.

Pengembangan Geopark Natuna membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Badan Pengelola Geopark Natuna, lembaga teknis, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola geopark yang efektif dan berkelanjutan.

Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Natuna terus mendorong agar potensi Geopark Natuna dapat dikelola secara terpadu dengan tetap mengedepankan prinsip konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi masyarakat.

Dengan cakupan wilayah yang luas serta kekayaan geologi, hayati, dan budaya yang dimiliki, Geopark Natuna diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat pembangunan pariwisata berkelanjutan, pelestarian warisan daerah, peningkatan literasi masyarakat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Natuna.

FGD Geopark Natuna pada 11 Agustus 2026 menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat fondasi tata kelola dan pengembangan geopark ke depan, sekaligus memastikan potensi yang tersebar di sembilan kecamatan dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Suraya, S.Pd. M.M/ Peneliti Ahli Pertama Bapperida Kabupaten Natuna

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*